Baru Dua Bakal Calon Yang Mengembalikan Berkas ke PAN Haltim

323
Pengembalian Berkas Pendaftaran Oleh M. Nur Lasut ke DPD PAN Haltim

MABA,CH – Dari enam bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) yang mengambil berkas pendaftaran di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN), baru dua bakal calon yang mengembalikan berkas.

Dua bakal calon yang mengembalikan berkas atau formulir pendaftaran ke Kantor DPD PAN Haltim itu diantaranya, M. Nur Lasut, dan Idrus Enos Maneke. Sementara yang belum mengembalikan berkas itu diantaranya, Bernad Pawatte, Samsul Baba, Enos Loha dan Musa Djaluludin.

Ketua Penjaringan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DPD PAN Haltim, Karim M. Mur menjelaskan, berkas yang telah dikembalikan oleh dua bakal calon bupati itu belum lengkap. “Kami tetap terima, ¬†syarat yang belum lengkap nanti dimasukkan kembali, jika hingga batas waktu penutupan tanggal 22 Agustus ini tidak dilengkapi maka dinyatakan gugur,” kata Karim di Kantor DPD PAN Haltim yang berada di Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba, Jumat (16/8/2019).

Karim menambahkan, ¬†paska penutupan pendaftaran pihak DPD PAN Haltim langsung melakukan pleno bagi bakal calon yang syarat pendaftaranya lengkap. “Selanjutnya hasil survei dan fit and propert test dilakukan langsunh oleh DPW dan DPP,” jelasnya.

BACA JUGA  Melalui Reses, H. Ibrahim Janji Bakal Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat

Ditempat yang sama Sekertaris DPD PAN Haltim, Halek Lastori menegaskan, bagi para bakal calon yang tidak mendaftar melalui melalui tingkat bawah yakni DPD maka dipastikan tidak akan mendapat rekomendasi partai. “Pilkada 2015 itu bedah dengan pilkada kali ini. 2015 biar tidak mendaftar di tingkat bawah masi bisa dapat rekomendasi tapi untuk kali ini tidak akan lagi dapat rekomendasi,” tegas Halek.

Berkaca dari pilkada periode sebelumnya, partai politik sangat tidak diuntungkan. Untuk itu, dari hasil pertemuan DPD, DPW bersama DPP PAN ditegaskan seluruh bakal calon harus melalui prosedur tingkat bawah. “Jadi tidak ada lagi yang namanya potong-potong kompas. Semua harus melalui prosedur tingkat bawah,” tandasnya. (Ady)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here