Cegah Konflik Sosial, FKUB Wasteng Gelar Sosialisasi

374

Sosialisasi FKUB

WASILE, CH- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Wasile Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menggelar sosialisasi. Kegiatan ini bertujuan mencegah konflik sosial untuk kerukunan warga yang ada di kecamatan tersebut.

Sosialisasi ini  dibuka langsung oleh Camat Wasile Tengah, Manat Hasidi. Dalam sambutanya, Manat menuturkan, Wasile Tengah banyak beragam suku, agama, dengan jumlah kurang lebih 3000 Kepala Keluarga (KK) dan jumlah penduduk kurang lebi 6.000 jiwa. “Masyarakat kita ini hidup saling menghargai baik agama maupun budaya, semoga ini terus terjaga dengan baik,”harapnya, Jumat (25/10/2019) di Kantor Camat Wasile Tengah.

Sementara itu, Ajhar Sukeman,Kasubat TU Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Haltim menyampaikan  lembaga FKUB ini lebih mengarah kepemeliharaan kerukunan yang suda tercipta, karena pemeliharaan itu semua masyarakat berperan aktif untuk menjaga kerukunan yang suda baik ini.

“Lembaga FKUB ini lembaga non formal tapi di kontrol oleh pemerintah daera walaupun pembiayaan lembaga ini belum maksimal tetapi kalau masyarakat Wasile Tengah butuh bantuan lembaga, maka lembaga akan datang dan membawa biaya sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA  Ini Alasan Pemadaman Listrik Di Kota Maba

Lanjut Ajhar, jika ada perencanaan pembagunan tempat ibadah maka lembaga  harus turun cek lokasi dan jumlah penduduk untuk direkomendasikan ke pemerintah daerah. “karena diatur dalam aturan dalam pasal 6 ayat 1. Poin A, B, C. Itu memelihara ketentraman dan ketertiban umat beragama termasuk kerukunan beragama,” ucapnya.

Kepala Desa Foli, Jufri Jafar dalam kesempata itu ikut menyampaikan persoalan yang terjdi wilayah kerjanya, yakni terjadi perbedaan organisasi Gemi dan Aften. Dimana organisasi Aften hanya berjumlah 4 KK dang ingin membangun rumah ibadah dengan alasan mereka harus berjalan kaki hingga kurang lebih 10 kilo meter ke kampung tetangga untuk beribadah (pastori).

Namun tidak dijinkan oleh Organisasi Gemi. Masaalah tersebut sudah diselesaikan oleh pihah kecamatan dengan pemerintah desa setempat. “Ketakutan saya, hal seperti yang suda kita lewati itu akan terjadi lagi, maka dengan itu diminta kepada FKUB Haltim  turun di Desa Foli supaya bisa mempertemukan dua organisasi tersebut dan bisa diselesaikan secara agama,” pintanya. (Red)

Reporter: Abdurrahman Patola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here