Nilai Tertinggi SeMalut, Fajrin Diabaikan Bawaslu Haltim

1378

Proses Pelaksanaan Tes Seleksi Panwascam Oleh Bawaslu Haltim


MABA, CH – Perekrutan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) pada pekan kemarin oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) dinilai tidak profesional. Pasalnya, diduga tak lagi melihat hasil tes berdadarkan Computer Assisted Test (CAT).

Perekrutan menggunakan sistem CAT dengan harapan menghindari adanya calo atau titipan, serta menghasilkan anggota Panwascam yang benar-benar memiliki kemampuan ternyata jauh dari apa yang diharapkan.

Mohammad Fajrin Abdul, salah satu peserta tes Panwascam Wasile Timur. Dia merupakan salah satu peserta yang diketahui memiliki nilai tertinggi ke tiga se Maluku Utara, atau nilai tertinggi se Haltim pada tes Panwascam serentak yang berlangsung pada, Jumat (13/12) dengan perolehan nilai 68.

Sayangnya, hasil tes yang sangat membanggakan itu ikut diabaikan oleh Bawaslu Haltim. Saat pengumuman, Fajrin masuk pada posisi ke empat yang artinya menjadi daftar tunggu (PAW) untuk Panwascam Wasile Timur.

Kepada Wartawan melalui telepon Fajrin mengaku, jika nilai yang ia peroleh adalah nilai murni sebagaimana dirinnya memahami seluruh materi yang disajikan oleh panitia seleksi. Hanya saja nilai hasil interview kata dia panitia tidak mempublikasikan.

BACA JUGA  Ini Nama Para Kades Terpilih di Haltim

“Ya kalau mau selektif dalam sistem perekrutan tentu harus mengutamakan SDM sebab menjadi panwas pemilu harus memahami dan mengerti betul soal aturan dan ketentuan pemilu bukan nanti su dapa baru mau belajar, itu namanya tiba saat tiba akal,” kata Fajrin, Rabu (18/12).

Fajrin menganggap jika ini adalah hasil keputusan yang sah oleh Bawaslu Haltim dalam merekrut lembaga tingkat bawah. Maka bawaslu sendiri terkesan tidak selektif dan kaku dalam menggunakan sandaran penilaian pada saat pelaksanaan tes pekan kemarin.

“Saya terima hasil tersebut bahwa saya pada posisi PAW akan tetapi menurut saya ini tidak logis masa saya yang nilainya tinggi bisa diposisikan sebagai posisi tunggu, memang indikatornya apa, semntara dalam hasil interview juga kami sendiri tidak tahu,” kesalnya.

Untuk diketahui, dari hasil seleksi Panwascam Wasile Timur yang lolos seleksi diantaranya Khoirul Anam, Bahsar Harisun, dan Bambang Pais. Semntara kursi tunggu yaitu Mohammad Fajrin Abdul, Atsti A. Sangaji, dan Yusri Abubakar.

Sementara itu Ketua Bawaslu Haltim, Suratman Kadir, saat dimintai keterangan melalui pesan watshap belum ada tanggapan balik, hingga berita ini terbit. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here