Diduga Ada Proyek Siluman PLTD di Sula, Komisi III DPRD Kuker ke Ambon

225

Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Sula Saat Berada di Bandara Emalamo Sanana

SANANA, CH- Sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) di Kabupaten Kepulauan Sula diduga tidak dikerjakan. Padahal, nama proyek tersebut terdaftar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta.

Soal proyek ini, baru diketahui oleh Komisi III DPRD Kepulauan Sula saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian ESDM di Jakarta baru-baru ini.

Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Sula, Muhammad Natsir Sangdji membeberkan, data dari Kementerian ESDM ada 90 titik proyek PLTD di seluruh Indonesia. Tiga diantaranya ada di Kepulauan Sula.

“Dan itu kami mengecek langsung, proyek PLTD itu ada di data mereka (kementrian) waktu masih di Jakarta sebelum puasa. Namun ketika kami turun ke lokasi di Pulau Mangoli tidak ada barangnya sama sekali, ini kan aneh,” kata Muhammad Natsir, saat ditemui media ini di Bandara Emalamo Sanana, Rabu (13/04/2022).

Tiga proyek PLTD di Pulau Mangoli ini tersebar di Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Selatan, Desa Pastabulu Kecamatan Mangoli Utara, dan Desa Pas Ipa Kecamatan Mangoli Barat.

BACA JUGA  Komisi III DPRD Kepsul Sebut Dinas PUPR Penghambat Proyek Jalan Minaluli-Transmodapuhi

Bahkan dari data Kementerian ESDM yang didapatkan oleh Komisi III, proyek PLTD di Desa Kaporo sudah difungsikan. Namun fakta dilapangan proyek tersebut tidak ada.

“Bahwa keberangkatan kami dari komisi III ini guna untuk memastikan kebenaran tiga PLTD itu ke pihak PLN di wilayah Maluku Ambon, apakah mesin diesel itu suda di jual atau memang suda di gunakan untuk hal lain,” jelas Muhammad Natsir.

Selain itu, agenda Komisi III ke Ambon ini juga untuk menanyakan langsung kondisi PLN Sula yang sering terjadi pemadaman. Apalagi di saat warga muslim sedang melaksanakan ibadah puasa.

Komisi III berharap, pihak PLN Wilayah Ambon bisa menambahkan satu unit mesin untuk PLN Sula atau dengan cara lain yang bisa memastikan PLN di Sula tidak lagi terjadi pemadaman.

“Sekedar informasi yang kami dapat, PLN di Sula ada enam unit mesin. Namun yang dimiliki oleh PLN itu hanya satu, lima lainnya itu punya kontraktor dari Makasar. Itu juga kami akan tanyakan ke pihak PLN wilayah Ambon nanti, apakah informasi ini betul atau tidak,” ujarnya.

BACA JUGA  Nonaktifkan Kades Waiboga, Warga Ancam Boikot Jalan dan FTW

Reporter: K-P
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here