Diduga Buat SIM Palsu, Polres Halut Amankan Satu Warga Haltim

1733
cerminhalmahera
Satlantas Bersama Reskrim Polres Halut Saat Melakukan Penggeledahan Isi Studio Yang Diduga Tempat Pembuatan SIM Palsu Oleh Anto (Foto: Rustam CH)

TOBELO,CH – Polres Halmahera Utara (Halut) terpaksa mengamankan Alpius Makaminang alias Santo (27). Pria yang diketahui asal Desa Tatangapu Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) ini diamankan polisi karena diduga kuat membuat atau mencetak Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu.

Pembuatan SIM palsu ini terkuak setelah Satlantas Polres Halut merazia kendaraan di jalan umum Tobelo, Rabu (4/3/2020). Dalam Razia tersebut anggota Satlantas menemukan salah satu SIM BII Umum yang diduga palsu milik  sopir atas nama Darwin Ibrahim(30) Warga Desa Togawa. “Anggota Sat Lantas langsung melakukan pengecekan SIM milik pelangar dengan mencocokan SIM yang berada di Polres Halut tetapi terdapat kejangalan, ternyata SIM tersebut terduga Pemalsuan sehingga anggoata Sat Lantas berkoordinasi langsung dengan Pihak Reskrim,”kata Kasubag Humas Polres Halut, Iptu Mansyur Basing.

Lanjut Mansur, berdasarkan keterangan Darwin dihadapan pihak Reskrim bahwa SIM itu didaptkan dari Santo. Dari keterangan Darwin, sekitar pukul 14.00 Wit pihak Reskrim bersama anggota Satlantas yang dipimpin lansung oleh Kasat Lantas Polres Halut AKP Safrudin Djafar menuju  tempat percetakan Studio 3 NTV yang terletak di komplek Kampung Kodok Desa Gamsungi Kecamatan Tobelo yang merupakan tempat Anto bekerja.

BACA JUGA  Gereja Pusat GMIH Tobelo Ludes Dilalap Si Jago Merah

“Pukul 17.00 Wit anggota mengamankan terduga beserta barang bukti berupa 1(satu) buah SIM BII Umum, 4 (empat) buah hard disck, 1(satu) rangkap kerta blue print, 1(satu) unit printer Canon type 280 warna merah, 1(satu) unit Komputer type LG warna hitam, 1(satu) unit Monitor komputer, 1(satu) buah keyboord warna hitan, 1(satu) buah Mouse warna hitam,” sebutnya. (Red)

Reporter: Rustam Gawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here