Dikelilingi Perusahaan Tambang, Kondisi Jalan di Buli Seperti Ini

1264
Kondisi Jalan di Buli Yang Membahayakan Warga

BULI, Ch – Buli Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Propinsi Maluku Utara merupakan salah satu wilayah pemukiman yang dikelilingi oleh perusahaan tambang. Sayangnya, perhatian pihak perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat masih jauh dari apa yang diharapkan.
Salah satu contoh kasus, kerusakan jalan yang berada di tengah-tengah pemukiman warga, tepatnya di depan Kantor Pos dan Giro. Jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk melintasi setiap hari ini terbilang rusak berat, namun hingga saat ini belum ada satu pun pihak perusahaan maupun pemerintah daerah datang untuk memperbaikinya.

Padahal jalan yang rusak sudah hampir setahun itu, tidak hanya dilalui oleh warga, melainkan para pejabat daerah, maupun para petinggi perusahaan tambang, termasuk para petinggi PT. Antam, salah satu perusahaan tambang raksasa milik Pemerimtah Pusat yang sudah berpuluhan tahun beroperasi di Buli.

Kerusakaan jalan ini sudah berulang kali memakan korban. Salah satu korbanya adalah Yeni Palias (45), jari kaki mengalami patah tulang akibat ban bentor yang dikendarainya, pada Minggu (28/7/2019) masuk ke dalam lubang. “Pagi saat pulang dari pasar Subaim di Desa Sailal, saat bentor melintas di atas deker tersebut, tiba-tiba bagian kanan roda bentor terpelosok masuk di cela-cela balok, dan bentor langsung melaju ke selokan,” cerita Yeni, Rabu (31/7/2019) saat ditemui Cerminhalmahera.com Greiz Reisen Tatengkeng, yang baru saja lepas jabatan kepala Desa Buli 2 Periode ini, mengharapkan kepada pemerintah dan pihak perusahaan agar segera memperbaiki kondisi jalan tersebut. Menurut Greiz, kerusakan jalan itu disebabkan karena dilintasi oleh alat berat milik PT. Antam.
Lanjut Greiz, semasa masi aktif sebagai Kepala Desa Buli, dirinya sudah menyampaikan keluhan ini ke Pemerintah Kecamatan, agar menyampaikan ke PT. Antam.
“Hal ini saya sudah sampaikan ke camat, agar bisa menyampaikan ke PT. Antam untuk memperbaikinya,” katanya.
Lanjut dia, Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) bisa digunakan untuk perbaiki kondisi jalan tersebut, maka dirinya sudah akan membangun semasa masi menjabat senagai kepala desa.”Karena ini bukan wewenang desa maka kami harapkan agar pemerintah atau pihak perusahaan segerah memperbaikinya, sebelum ada korban jiwa,”harapnya.

BACA JUGA  Pentingnya Kesehatan, Puskesmas Lolobata Gelar MMD

Sementara itu Camat Maba, Robert Barbakem. SH. Saat di temui di ruang kerjanya membenarkan apa yang disampaikan mantan kepala Desa Buli, namun dirinya harus berkoordinasi dengan Dinas PUPR Pemkab Haltim karena menurut camat, persoalan jalan adalah tanggungjawab PUPR.
“Tapi saya akan segera menyurat ke Pimpinan PT. Antam agar memperbaiki jalan yang rusak, karena jalan ini rusak diakibatkan karena dilalui oleh kendaraan ukuran besar milik perusahaan,” janjinya. (Ady)

Reporter : Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here