Musim Kemarau, Warga Diminta Untuk Tidak Membakar Lahan

324

Pemadaman Api di Jalan Tewil Oleh Personil Damkar Yang Ikut Dibantu Oleh TNI-Polri

MABA,CH – Kebakaran lahan yang terus terjadi di dalam wilayah Kecamatan Kota Maba dan sekitarnya pada akhir-akhir ini, membuat sejumlah petinggi di daerah ini angkat bicara.

Salah satunya adalah Kapolsek Maba Selatan Ipda M. Thoha Alhadar. Menurut kapolsek, dalam beberapa hari terakhir ini terjadi kebakaran lahan di mana-mana, diantaranya di Desa Maba Pura, Sangaji dan Soagimalaha.

Kebakaran ini terjadi di lahan yang berdekatan dengan pemukiman warga sehingga sangat berpotensi merambat hingga ke rumah warga. Untuk itu kapolsek menghimbau kepada warga agar tidak sembarangan melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

“Kepada masyarakat, terutama masyarakat di wilayah hukum Polsek Maba Selatan dan Kota Maba, bahwa cuaca saat ini dalam kondisi panas disertai angin kencang, untuk itu diharapkan agar tidak sembarangan melakukan pembakaran hutan atau lahan,” himbaunya, di sela-sela pemadaman api di lahan warga jalan menuju arah Tewil, Kamis (12/9/2019).

Kapolsek juga mengingatkan kepada setiap penghuni rumah agar memperhatikan kompor maupun peralatan eloktronik yang mudah terbakar. “Pastikan dengan benar kompor sudah padam atau belum, colokan alat elektronik juga harus diperhatikan sebelum meninggalkan rumah,” tukasnya.

BACA JUGA  Ini Jawaban Kapolres Haltim Soal Lahan Polres Yang Belum Dibayar

Himbauan yang sama juga datang dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Informasi yang didapatkan dari BPBD Haltim, BMKG Maluku Utara memperkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga dua bulan ke depan.

“Maka diharapkan semua stakeholder di masing-masing wilayah kerja agar tidak melakukan pembakaran hutan yang menyebabkan kebakaran secara luas,” kata H. Tamrin Bahara, Kepala Pelaksna BPBD Haltim melalui surat himbauan dengan nomor 360/41/BPBD-HT/2019. (Red)

Reporter: Rustam Gawa

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here