Pernyataan Bahmid Jafar Soal Pencabutan Izin SPBU Bicoli Dianggap Keliru

457
Jaidi Abdul Gani

Jaidi Abdul Gani, Ketua Umum Forum mahasiswa pasca Sarjana provinsi Maluku Utara (Malut) Sejabodetabek. (Foto: Istimewa)


MABA, CH- Pernyataan Bahmid Jafar agar izin Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Bicoli Kecamatan Maba Selatan segera di cabut oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) akhirnya menuai sorotan.

Sorotan ini datang langsung dari Jaidi Abdul Gani, Ketua Umum Forum mahasiswa pasca Sarjana provinsi Maluku Utara (Malut) Sejabodetabek. Menurut Jaidi, pernyataan Bahmid Jafar selaku Sekertaris Komisi II DPRD tentang pencabutan izin SPBU ini adalah sebuah pernyataan yang sangat tidak etis.

“Pernyataan Sekretaris Komisi II DPRD Haltim Bahmid Jafar keliruh dan tidak soluktif,” kesal Jaidi, Kamis (13/8/2020)

Sebagai wakil rakyat kata Jaidi, Bahmid semestinya menunjukkan langka yang tepat dalam menyelesaikan persoalan agar tidak merugikan masyarakat Maba Selatan pada khuusnya dan masyarakat Haltim pada umumnya.

Sebab menurutnya, hadirnya SPBU di Desa Bicoli Kecamatan Maba Selatan sangat membantu warga baik para nelayan maupun yang lainya. “SPBU ini sangat membantu terutama aktivitas masyarakat nelayan dan perikanan sehingga jika di tutup akan mematikan hasil perikanan yang ada di wilayah Maba Selatan. Ini yang harus dipikirkan oleh Bahmid Jafar,” tegasnya.

BACA JUGA  Operasi Zebra, Polres Haltim Berikan Makanan Bergizi Ke Pengendara

Sebelumnya, Bahmid Jafar meminta agar Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi (Disperindagkop) Haltim untuk mencabut izin SPBU tersebut karena dituduh menjual bensin dengan harga Rp. 10 ribu per liter seperti yang diberitakan oleh media online maheranews.id baru-baru ini.

Sementara itu, Jul pengelola SPBU saat dikonfirmasi membantah tuduhan tersebut. Menurutnya apa yang diberitakan itu sama sekali tidak benar. “Untuk bensin satu liter kami jual dengan harga sesuai aturan SPBU, kebetulan kami belum menggunakan pompa sehingga masih manual, jadi minyak yang kami isi di botol dengar harga yang berbeda ada yang harganya 10 ribu itu ukuranya bukan satu liter, tapi lebih dari 1 liter silahkan datang ke SPBU dan buktikan sendiri,” ujar Jul.

Jul juga ikut prihatin terhadap wartawan yang memberitakan hal tersebut tanpa konfirmasi. “Jadi kalu ada keluhan dari warga silahkan datang konfirmasi dengan kami cari tau dulu kebenaranya agar berita itu berimbang, itu baru namanya wartawan yang profesional jangan hanya tembak dari jarak jauh tanpa konfirmasi,” kesalnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here