Sinergi Pemda dan Pemprov, Bupati Halut Sambut Gubernur Sherly di SSIB GMIH

Gubernur Sherly bersama Bupati, Forkopimda dan Panitia Sidang
HALUT, CH – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kunjungi Halmahera Utara dan disambut Bupati Piet Hein Babua.Tujuan kedatangan orang nomor satu di Maluku Utara tersebut adalah dalam rangka meninjau langsung kegiatan Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) Gereja Masehi Injili di Halmahera yang dilaksanakan di Gereja Imanuel Gamsungi Tobelo. Jumat 24 Juli 2026.
Selain disambut Bupati, kedatangan Gubernur Sherly disambut juga oleh Bupati Halmahera Barat Jems Uang serta Pimpinan Forkopimda Halmahera Utara, panitia maupun jemaat.
Gubernur Sherly sebelum ke gedung sidang tersebut, ia menyempatkan diri untuk mengunjungi Sekolah SMA Negeri 1 Halmahera Utara,. sekitar pukul 10.20 waktu setempat. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju gedung sidang di Desa Gamsungi Tobelo pada pukul 11.30 WIT.
Dalam sambutannya di Gedung Sidang tersebut, Sherly menyampaikan kehadirannya di tengah-tengah majelis sidang Sinode tersebut bukan hanya sebagai Gubernur. Tetapi juga sebagai saudara seiman yang memiliki harapan besar kepada GMIH. Karena masih banyak orang menantikan Kasih Tuhan.
“Saya hadir bukan hanya sebagai Gubernur, tetapi juga sebagai saudara seiman yang memiliki harapan besar kepada GMIH. Saya percaya, gereja yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat, dan gereja yang bersatu akan memberi dampak yang baik bagi kehidupan masyarakat. Masih banyak orang yang menantikan kasih Tuhan melalui pelayanan gereja,” ungkapnya Sherly.
Gubernur Sherly mengatakan bahwa ia percaya GMIH tidak lahir untuk membangun organisasi semata, bukan pula untuk membuktikan siapa yang paling benar. GMIH hadir karena panggilan Allah untuk menyebarkan kasih-Nya kepada dunia. Para pendahulu memilih bersatu, berjalan bersama, dan membentuk Sinode GMIH agar pelayanan Tuhan dilakukan dalam semangat kebersamaan, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Karena itu, saya berharap hasil Sidang Sinode Istimewa Bersama ini benar-benar membawa manfaat bagi jemaat, Gereja, dan seluruh pelayanan GMIH,” ujarnya.
Sherly mengatakan, tugas gereja bukan hanya memenangkan perdebatan, tetapi memenangkan jiwa-jiwa agar setiap orang merasakan kasih Kristus dalam hidupnya.
Sidang ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi tentang bagaimana setiap keputusan membawa GMIH semakin dekat kepada kehendak Tuhan.
“GMIH hadir dengan satu nilai, satu tubuh, satu Roh, dan semangat berjalan bersama, maka dalam sidang ini harus menghasilkan gereja yang semakin kuat, melahirkan generasi muda yang berkarakter, serta tetap setia pada tujuan awal GMIH, yaitu menyebarkan kasih Tuhan melalui sikap saling mengampuni, rendah hati, dan hidup dalam damai,” ucapnya.
Sherly juga mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara dan khususnya di Halmahera Utara, agar selalu memelihara persaudaraan dan mengutamakan kasih dalam perbedaan. Sebab, yang terpenting bukanlah siapa yang benar atau salah, melainkan bagaimana kita bersama-sama menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan kasih dan memuliakan nama-Nya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyatuan GMIH, Pendeta Demianus Ice menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kehadiran Gubernur Sherly Laos. Walaupun cuaca di Halmahera Utara cukup panas, kehadiran Ibu Gubernur justru membawa kesejukan bagi seluruh peserta. Kehadiran dan pesan-pesan yang disampaikan memberikan semangat, harapan, serta menyejukkan hati seluruh peserta sidang.
“Atas nama Tim Penyatuan dan seluruh peserta Sidang Sinode Istimewa Bersama, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Gubernur yang telah meluangkan waktu serta tetap berkomitmen hadir bersama kami pada kegiatan ini,” ungkapnya.
Demianus juga mengatakan, sambutan Ibu Gubernur pada hari ini menjadi bahan perenungan bagi kami semua. Pertanyaan tentang alasan Tuhan mengizinkan GMIH berdiri menjadi starting point bagi seluruh peserta untuk membangun pola pikir yang berlandaskan Firman Tuhan, sehingga seluruh proses persidangan dilaksanakan dalam suasana damai, kasih, dan persatuan.
“GMIH harus tetap teguh menjaga iman, memperkuat persaudaraan, serta melindungi kesatuan Gereja dari berbagai tantangan yang dihadapi. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan, hikmat, kekuatan, dan penyertaan kepada Ibu dalam memimpin serta mengabdi bagi masyarakat Maluku Utara,” tutupnya. (Eby)







