APBD Haltim Diketuk Antara Defisit Dan Pelunasan

913

Rapat Paripurna Pelantikan Pimpinan DPRD Sekaligus Pengesahan APBD Haltim

MABA, CH- Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Tahun Anggaran 2020 telah disahkan. Target pendapatan kembali mengalami defisit, namun devisit ini akan segera  diselesaikan pada 2020.

Jumlah pendapatan APBD 2020 yang telah disahkan melalui rapat paripurna DPRD Haltim yang berlangsung, Jumat (29/11) kemarin sebesar Rp. 957.334.139.719. Sementara jumlah belanja daerah diangka Rp.1.115.744.869.197.

Dengan demikian APBD 2020 mengalami devisit sebesar Rp.158.410.729.478. Namun devisit ini akan segera dilunasi atau ditutupi pada 2020  dengan pembiayaan Netto sebesar Rp. 158.410.729.478 yang bersumber dari sisa lebih pembiayaan Anggaran tahun 2019. “Meskipun banyak tantangan untuk menyelesaikan defisit ini, namun di masa akhir jabatan saya defisit ini bisa terselesaikan,” kata Bupati Muhdin H. Mab’ud dalam sambutanya. 

Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jhon Ngoraijti didampingi wakil ketua I Faisal Wahab, dan wakil Ketua II Idrus Maneke ini mengesahkan pendapatan daerah sebesar Rp. 957.334.139.719 dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.84.914.531.719 mengalami penurunan sebesar Rp.1.413.035.000 atau turun sebesar 1,64% dari PAD Perubahan 2019 sebesar Rp.86.327.566.719.

Pajak Daerah diestimasi  Rp.9.142.751.919 mengalami peningkatan sebesar Rp. 837.619.000 atau naik 10,09%. Retribusi Daerah  sebesar Rp. 993.616.000 mengalami penurunan sebesar Rp. 232.624.000,00 atau turun 18,97%, dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp. 1.750.000.000 mengalami peningkatan sebesar Rp. 250.000.000 atau naik 16,67%.

BACA JUGA  Dinilai Abaikan Tanggung Jawab, SeOPMI Haltim Demo PT. ARA

Lain -lain PAD yang sah Rp. 73.028.163.800 mengalami penurunan sebesar Rp. 2.268.030.000 atau turun 3,01%. Dana perimbangan  Rp.725.918.505.000 mengalami peningkatan sebesar Rp. 14.499.974.000 atau naik 2,04%, yang terdiri dari bagi hasil pajak dan bukan pajak (sumber daya alam) sebesar Rp.31.246.900.000 mengalami penurunan sebesar Rp. 11.500.163.000 atau turun 26,10%.

Dana Alokasi Umum (DAU)  Rp. 500.550.943.000 mengalami peningkatan sebesar Rp. 13.623.737.000 atau naik 2,80%. Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 194.120.662.000 mengalami peningkatan sebesar Rp. 12.376.400.000 atau naik 6,81%.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp.146.501.103.000 mengalami kenaikan sebesar Rp. 38.438.516.000 atau naik 35,57% yang terdiri dari Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi  sebesar Rp. 10.940.000.000 mengalami peningkatan  Rp. 675.000.000 atau naik 6,58%. Dana Desa (DD)  sebesar Rp. 100.345.112.000 mengalami peningkatan sebesar Rp. 2.547.525.000 atau naik 2,60% dan  dana Insentif daerah sebesar Rp. 35.215.991.000.

Sementara total Alokasi Belanja Daerah sebesar Rp. 1.115.744.869.197 mengalami peningkatan sebesar Rp. 30.684.164.880 atau naik 2,83% dengan rincian, belanja tidak langsung  Rp. 389.286.401.300 mengalami peningkatan sebesar Rp. 24.975.040.459 atau naik 6,86%. Belanja Pegawai  Rp. 181.500.000.000 mengalami penurunan sebesar Rp. 10.351.323.296,00 atau turun 5,40%. Belanja Hibah Rp. 41.723.850.000 mengalami peningkatan sebesar Rp. 31.318.850.000 atau naik 301%. Belanja hibah ini untuk pemilihan kepala daerah dan  kepada kelompok atau masyarakat dan organisasi.

BACA JUGA  PT. MHI Sumbang Hewan Qurban Dan Uang Di 8 Masjid Di Haltim

Belanja bantuan keuangan Rp. 165.062.551.300 mengalami kenaikan sebesar Rp. 4.007.513.755 atau naik 2,49% yang terdiri dari  bantuan keuangan kepada pemerintah desa dan bantuan keuangan kepada partai politik. Belanja tidak terduga Rp. 1 miliar, tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. 

Belanja langsung dianggarkan sebesar Rp. 726.458.467.897 mengalami peningkatan sebesar Rp. 5.709.124.421 atau naik 0,79%, yang terdiri dari Belanja Pegawai Rp. 53.074.783.891 mengalami peningkatan sebesar Rp. 3.271.592.967 atau naik 6,57%.Belanja barang dan jasa  Rp. 209.169.763.800 mengalami peningkatan sebesar Rp. 15.984.952.307 atau naik 8,27%.

Belanja Modal  Rp. 464.213.920.206 mengalami penurunan sebesar Rp.13.547.420.853 atau turun 2,84%. Serta pembayaran defisit sebesar Rp.158.410.729.478 yang diambil dari sisa lebih pembiayaan anggaran 2019. (Red) 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here