Diduga Kepsek Lari Tugas, Siswa SD Marasipno Gagal Semester

1130

SD Inpres Marasipno (Foto: Saiful CH)


MABA, CH – Kepala Sekolah SD Inpres Marasipno, Karim Husen diduga meninggalkan tugas. Akibatnya proses belajar mengajar di sekolah yang berada di Desa Marasipno Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara itu ikut terganggu.

Informasi yang dihimpun dari warga, Karim Husen meninggalkan tugas tanpa sepengetahun dari Dinas Pendidikan maupun pihak komite. Akibatnya, para siswa khususnya kelas VI (Enam) gagal mengikuti ujian semester ganji tahun ajaran 2019-2020 yang sudah berlangsung pekan lalu.

Informasi ini ikut dibenarkan oleh Aswad Saleh, Pengawas Binaan Pendidikan Kecamatan Maba Tengah.
“Benar kepala sekolah tersebut, telah meninggalkan sekolah selama satu minggu tanpa sepengetahuan Diknas dan Komite Sekolah,” kata Aswad.

Menurut Aswad, laporan yang diterima, warga juga meminta kepada Bupati Haltim Ir. Muhdin Hi. Mab’ud bersama Kepala Dinas Pendidikan Beny Sutarman agar segera mencopot Karim Husen dari kepala sekolah dan menggantikan dengan orang lain.

“Saya kira ini bukan masalah kecil yang harus dibiarkan begitu saja karena ini berdampak sangat besar kepada SDM anak – anak didik di SD tersebut, maka saya menganggap ini adalah masalah besar yang fatal, karena ini suda berulang kali, selain kasus ini masih ada juga laporan yang saat ini akan saya pelajari,” ujarnya.

BACA JUGA  Rustam Sapsuha Kembali Ingatkan Pelajar Tentang Bahaya Miras Dan Covid-19
Kepsek SD Inpres Marasipno

Karim Husen Kepala Sekolah SD Marasipno, saat dikonfirmasi ikut membenarkan jika dirinya meninggalkan sekolah. Namun, dirinya meninggalkan sekolah bukan karena kemaunya sendiri melainkan karena panggilan tugas. “Memang betul saya pergi meninggalkan sekolah, tapi itu karena saya dipanggil oleh kepala Diknas dan Sekertaris Diknas untuk bertemu maka saya juga langsung ketemu dengan mereka,” akunya, kepada wartawan, Rabu (11/12).

Lanjut Karim, tidak semua siswa yang tidak ikut semester, melainkan hanya siswa kelas VI yang tidak diikut sertakan dalam semester. Selain itu karim juga meminta kepada masyarakat  Marasipno agar paham soal tugasnya sebagai kepala sekolah. “Masyarakat  juga harus paham kami tugas disini bukan kemauan dari kami tapi ini karena SK (surat keputusan) yang di tetapkan oleh pemerinta,” tukasnya. (Red)

Reporter: Saiful Abdurahman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here