Ketua PAPDESI Malut Setuju Kabupaten Kepulaun Sula Gabung ke Maluku

727
Ketua PAPDESI Malut, Rudi Duwila

SANANA, CH- Statmen Bakir Buamona, selaku anggota DPRD Provinsi Maluku agar Kabupaten Kepulauan Sula lebih baik gabung dengan Propinsi Maluku mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Statmen ini keluar lantaran dininilai Pemerintah Provinsi Maluku Utara pilih kasih dalam membagi kue pembangunan.

Salah satu dukungan datang dari Ketua Persatuan Aparatur Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Maluku Utara, Rudi Duwila. Dukungan Rudi ini terekam saat melakukan percakapan dengan salah satu rekanya. Hasil rekaman itu kemudian diteruskan Arif Umasugi di grup WhatsApp  Kabupaten Sula (Dad Hia Ted Sua).

Dalam rekaman berdurasi 18 menit 44 detik itu, Rudi mengaku sangat mendukung dengan apa yang disampaikan oleh anggota DPRD Propinsi Maluku Utara Dapil Sula-Taliabu dari Partai Berkarya itu.

“Saya salah satu anak muda di Sula yang mendorong Kabupaten Sula bergabung dengan ibu kota Propinsi Maluku,”kata Rudi dalam rekamannya.

Rudi yang merupakan Kepala Desa Pohea di Kecamatan Sanana Utara itu mengaku, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melihat Kepulauan Sula hanya dengan ekor mata. Itu dibuktikan dengan pembagian jatah pembangunan yang diberikan Pemerintah Propinsi Maluku  Utara ke Kabupaten Kepulauan Sula yang dinilai tidak merata dengan kabupaten kota lainnya.

BACA JUGA  Sambut HUT ke 20, DPC Demokrat Kepsul Bagi-Bagi Sembako

“Jadi pembagian jatah pembangunan itu, kabupaten kota lain yang ada di Maluku Utara sudah kebagian semuanya baru Sula mendapat yang sisanya atau terkahir,” ujarnya.

Untuk itu, Rudi berharap kepada Bakri Buamona untuk bertindak lebih keras lagi. Sehingga Gubernur Maluku Utara dua periode, Abdul Gani Kasuba tahu persis bahwa kemenangan di sebagai Gubernur Maluku Utara juga ikut dipilih oleh warga Sula.

Rudi Duwila saat dikonfirmasi melalui pesan Wasthap, mengakui bahwa suara dalam rekaman yang tersebar luas itu merupakan  suaranya dirinya. Secara tegas, dirinya meminta Kepada Pemerintah Propinsi Maluku Utara untuk melepaskan Kabupaten Kepulaun Sula.

“Jadi saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh anggota DPRD provinsi itu, karna kenapa sampai sajauh ini pembangunan di Sula khususnya ruas jalan provinsi itu belum tersentuh dengan aspal,”  kesalnya.

Reporter: K-P
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here