Kisah Hidup Seorang Kepala Desa Yang Lugu Dan Suka Bersedekah

107

Samsu Miradji

HALBAR, CH- Kepala Desa Lako Akediri Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Samsu Miradji, menjabat sebagai kepala desa selama dua periode sejak tahun 2011-2017 dan 2019-2025.

Samsu, memiliki seorang istri, empat anak hidup bersama ibunya yang suda berusia 79 tahun, dan mengasuh seorang nenek kerabat dekat yang berusia sebayah dengan ibunya.

Selain  mengasuh nenek, Samsu juga mengasuh saudara perempuan dan seorang kerabat  yang keduanya telah menjanda  bersama anak  yang berusia berkisar empat tahun.

Kehidupan Samsu hampir berbeda dengan kepala desa lain yang memiliki jabatan, dan mengelolah anggaran desa yang bisa dibilang besar tapi hidup dengan keterbatasan.

Kades ini,   nampak begitu lugu/sederhana. Bahkan rumah yang dia tinggal adalah rumah milik orang tuanya dengan perabot di dalam rumah hanya satu pasang kursi sofa bekas yang dibeli dari tukang kursi, dan kursi yang dibeli tidak lagi ada spons. Terlihat kursi itu disiasati dengan menaruh papan dan dialas dengan beberapa lembar karpet bekas.

Meski rumahnya beton dan beratap seng gelombang, namun dinding rumah di ruang tamu yang mulai retak, dapur beratap rumbia dan berlantai tanah. Saat wartawan ini meminta ijin buang hajat, melihat kamar mandi dan toilet milik kades tidak ada atap dan pintu. Hanya dua lembar seng gelombang ditutup di atas bangunan kamar mandi dan WC  yang luasnya berkisar 1,5 meter persegi itu.

Usai dari kamar kecil (WC), sayapun berncanda  menyinggung dengan situasi kamar mandi tersebut. Namun, kades malah tertawa sampai terlihat gigi rahang dalam dan seraya ikut bercanda  mengatakan itu proyek yang tidak tuntas karena anggaran habis.

BACA JUGA  Bupati Halbar Minta Pimpinan SKPD Jangan Cari Muka

Aneh lagi disaat saya dipanggil untuk menyantap makanan yang dimasak oleh istrinya,  di atas meja makan hanya terlihat pisang dan sambal yang disajikan tanpa lauk. Padahal, kades ini, merupakan salah satu kepala desa di Halbar yang cukup banyak menganggarkan perahu  Viber untuk para nelayan di desanya. Bahkan desa ini dikategori pengekspor ikan tuna terbanyak di Halbar.

Sayapun menyarankan kepada kades untuk meminta jata ikan makan  kepada nelayan saat mereka melaut. Namun, kades tertawa  dan mengaku malu dan tidak tega mengambil ikan dari hasil jerih paya warga.

“Banyak warga yang datang meminta ikan saat nelayan pulang melaut. Jadi kalau saya minta lagi akan nelayan pulang hasil pokok.”ucapnya sambil tawa kepada wartawan, di desa Lako Akediri dikediamannya. Senin (16/8/2021)

Banyak hal yang saya lihat selain rumah dan kondsi santapan di dapur, kades ini hingga saat ini tidak ada kendaraan motor. Memang di periode pertama sempat kredit motor, namun motor akhirnya rusak karena motor miliknya itu dibebaskan kepada warga untuk pakai antar pulang anak-anak kampung yang bersekolah. Maka itu, belum sampai waktu motor rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Kondisi kehidupan kades ini bukan hanya saya melihat, bahkan masyarakat setempat terlebih tetanggapun mengetahui

Bahkan kepada wartawan mertua kepala desa mengaku bingun dengan anak mantunya itu, yang tidak memperhatikan keadaan rumahnya.

Kepada wartawan mertua kepala desa ini mengaku bingun dengan anak mantunya itu, yang tidak memperhatikan keadaan rumahnya.

BACA JUGA  Di Halbar Pelamar CPNS Yang Lolos Verifikasi Administrasi  267 orang

“Saya heran anak mantu (kades) ini, karena kepala desa dua periode tapi rumahnya hampir roboh tapi dia tidak menyadari itu,” cibir mertua seraya melihat kepala desa yang lain tidak seperti anak mantu ini.

Bahkan, anak dan istri sampai merindukan makan nasi  karena gaji kepala desa biasanya dipakai untuk berbagi ke orang yang membutuhkan sehingga mereka memilih makan pisang.

Bukan berarti mereka tidak pernah makan nasi. Tapi, hanya waktu tertentu di dapur ada beras yang bisa dimasak oleh istri. Terkadang, istri kepala desa itu mengakui sampai pinjam beras ke tetangga karena anak-anak mereka ingin makan nasi.

“Kadang anak-anak ingin makan nasi kalau pak kepala belum ada doi (Uang), maka tetangga sering kase dua sampai 3 cupa (kaleng) beras untuk sekali makan.”Tutur Sumiati Sehe (istri kades). (16/8/2021)

Samsu dalam program desa menurut ketua Badan Permusyawaran Desa (BPD) Lako Akediri, Hairun, mengatakan program seluruhnya untuk kepentingan masyarakat, mulai dari sektor perikanan, pertukangan dan prawisata. Dan bahkan gajinya sering dibagi ke orang-orang sampai habis. Terkadang siang hari terima gaji, malam dia minta dibeli rokok oleh kerabat dekatnya.

Anehnya kata Hairun, setiap program berupa fisik yang dianggarkan meski ada upah untuk pekerja, kades biasanya turun tangan bekerja sendiri sampai proyek itu selesai.

“Orang lain yang ambil upah kong/tetapi dia kerja sampai selesai. Kadang sampai warga kasihan,” ujarnya. (Riko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here