Pejabat Bersihkan Sampah, Warga Buli Jadi Penonton

925

 

Harjon (kaos hitam) Saat Mengangkut Sampah

BULI, CH – Kondisi sampah di pesisir pantai, khususnya di areal Pasar Buli Kecamatan Maba cukup menghawatirkan. Namun warga setempat tampak acuh dengan sampah yang berserakan itu, kendati para pejabat turun tangan.

Hal ini membuat, komunitas World Cleanup Day (WCD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), memilih tempat itu untuk melalukan membersihkan. Kegiatan WCD (Hari bersih-bersih sedunia) ini, di buka langsung oleh, Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (PLH) Haltim, Harjon Gafur, Sabtu (19/9/2021).

Dalam sambutanya, Harjon menuturkan masalah sampah tidak mudah untuk diselesaikan, jika tidak adanya kesadaran dari masyarakat.

Harjon menyebutkan, sampah yang ada pantai Pasar Buli ini berasal dari masyarakat dan para pedagang pasar yang tinggal di Pesisir Pantai Buli.

Para Siswa SMA Ikut Bersihkan Sampah

Selain masalah sampah, kata Harjon, rumah penduduk yang dibangun di pesisir pantai Des Buli ini tidak layak atau tidak bagus untuk dilihat.

“Untuk itu diharapkan kepada camat dan Kepala Desa Buli agar kedepan di tata kembali, terutama penataan bangunan terutama bangunan rumah warga yang ada di pesisir pantai Desa Buli,” harap nya.

BACA JUGA  PT. MHI Sumbang Hewan Qurban Dan Uang Di 8 Masjid Di Haltim

Koordinator Tim Sampah Kecamatan Maba, Fahmianthy MG. Marsaoly dalam sambutan mengaku, aksi bersih-bersih sampah di areal pantai Pasar Buli ini sudah dilakukan berulang kali mulai dari 10 tahun lalu hingga saat ini oleh petugas sampah.

Namun sampah masih saja terus ada, karena banyaknya sampah yang dibuang di sembarang tempat oleh warga yang tidak bertanggung jawab.

“Semoga dengan adanya kegiatan (WCD) ini, warga masyarakat sudah bisa menyadari agar buang sampah pada tempatnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas WCD Haltim, Trijan ABD Halim, mengatakan kegiatan WCD ini dilaksanakan serentak di tiga daerah di Maluku Utara, yakni Haltim, Tidore dan Ternate.

Trijan menyayangkan warga setempat, khususnya yang berada di areal pasar. Bukanya ikut membantu, warga justru dengan asik menonton para pejabat seperti Kadis BLH, Camat, Kapolsek, Koramil dan sejumlah kepala desa, serta para siswa-siswi SMA yang memungut sampah.

“Mereka (warga) lebih memilih diam dan sebagai penonton, seakan – akan mereka dari desa lain, walaupun sudah dihimbaukan namun tidak ada yang gubris,” kesalnya.

BACA JUGA  Warga Tewil Pertanyakan Program CSR PT. Getsman

Kepala Desa Buli, Frans Susu saat dimintai keterangan terkait keterlibatan masyarakat. Frans mengaku sifat warga yang ada di Pasar Buli memang seperti ini (cuek).

“Bukan baru kali ini, setiap baksos yang dipusatkan di Pasar Buli banyak yang sebagai penonton, yang ikut kerja tidak sampai lima orang seperti saat ini hanya dua orang,” bebernya.

Nehemia bustami

Reporter: Nehemia Bustami
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here