Kantor Dinas Perhubungan Halmahera Barat Terbakar

309

Kondisi Kantor Dinas Perhubungan Halbar Yang Terbakar (Foto: Riko CH)


HALBAR, CH- Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Propinsi Maluku Utara (Malut) terbakar. Dugaan sementara, kebekaran terjadi karena arus pendek (kosleting).

Kebakaran terjadi pada, Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 08.50 WIT. Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh warga, kemudian disampaikan ke Kantor Pemadam Kebakaran.

“Saya dengan teman-teman sementara di kantor, ada satu warga datang lapor ke kami bahwa terjadi kebakaran di kantor Dinas Perhubungan jadi saya dengan rekan-rekan petugas sekitar 8 orang langsung pergi menggunakan Mobil DAMKAR TKP,” kata Adirahmat Mas’ud, salah satu petugas DAMKAR saat ditemui cerminhalmahera.com.

Tak menunggu lama, Adirahmat beserta rekan-rekanya langsung menuju Kantor Dinas Perhubungan dan langsung melakukan pemadaman.

“Dari luar kami suda melihat api menyala dalam ruangan jadi langsung kami dobrak pintu kantor yang sedang terkunci, ketika pintu terbuka kami langsung semprot dengan air Mobil DAMKAR hingga padam,” ujar Adirahmat.

Menurutnya, kebakaran hanya terjadi di ruang tamu. Beruntung api belum menjalar ke seluruh ruangan. “Ketika kami cek kebakaran ini terjadi akbiat kosleting listrik,” terangnya.

BACA JUGA  BLPBJ Halbar Baru Tender 31 Paket Proyek

Terpisah-Kepala Dinas Perhubungan, Iswandi H. Gani dirinya mengetahui adanya kebakaran di kantor yang ia pimpin itu dari petugas DAMKAR. “Saya tau bahwa terjadi kebakaran di kantor itu ada informasi dari petugas DAMKAR,” akunya.

Lanjut Iswandi, kebakaran ini menyebabkan tiga buah kursi sofa dan satu buah meja, dispenser dan gelong serta plafon sepanjang 10 meter hangus terbakar.

“Kebakaran terjadi di ruang tamu, untuk di ruang-ruang kerja sekitar tiga ruangan api tidak masuk dan untuk dokumen-
dokumen kantor tetap aman,” katanya.

Belum diketahui berapa kerugian atas peristiwa kebakaran tersebut. Saat ini, gedung kantor di pasang police line oleh pihak kepolisian setempat guna penyelidikan lebih lanjut. (Red)

Riko Noho

Reporter: Riko Noho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here